Minggu, 29 Mei 2016
Jumat, 20 Mei 2016
Selasa, 05 April 2016
Kamis, 17 Maret 2016
Bang Somad #2
Pagi itu di kampung babakan setu sangat indah. Suara burung bersiul melantunkan semangat juang para warganya. (Cerite nyang lalu) Sama halnya dari ujung jalan di perapatan itu tampak seorang wanita mengenakan kain kebaya sedang membawa sekeranjang pakaian yang akan dicuci di kali Ceherang. Wanita pembawa pakaian kotor itu bernama Siti Juleha.
Senin, 18 Januari 2016
Prahara Gendoruwo dan Wewe Gombel (bag 2)
Tujuh Tahun Kemudian
Rindangnya pohon gempol diperapatan jalan itu membuat anak-anak senang bermain di bawahnya. Sudah tidak semistik tujuh tahun yang lalu. Hilangnya mitos ke angkeran pohon gempol itu lambat laun menghilang dikarenakan semakin berkembangnya penduduk didaerah itu.
Kamis, 07 Januari 2016
Selasa, 05 Januari 2016
Dektetif Engkel 008 eps: Pilihan terakhir

Suara tangis bayi lantang terdengar seakan-akan ia tidak rela lahir kedunia ini yang penuh ketidak benaran dan ketidak adilan. Tangisan itu seolah-olah meronta untuk melepaskan diri dari kepongahan, kesombongan dan rasa paling benar.
Tidak dengan orang-orang yang berada disisinya. Mereka tertawa menyambut kedatangan sang bayi terlahir kedunia ini. Sumringah pun terpancar dari raut wajah sang ibu bayi walaupun tampak mimik bingung. Pak Subir mencoba mendekati telinga sang bayi mungil. Seperti adat biasa, Pak Sibir meng-azankan telinga sebelah kanan telinga bayi dan meng-ikomahkan di telinga kiri.
Jumat, 01 Januari 2016
Rachel Danelson part 2
![]() |
| Add caption |
Cukup lama buat Rachel untuk muv'on kembali untuk mencintai seorang lelaki.
Diktetif Sibir Engkel 008
![]() |
Panas menyengat pada siang itu untuk seorang sopir angkot tidak melemahkan ikhtiarnya dalam mencari rizki. Kesabarannya dalam menempuh hidup yang semakin sulit dirasakan Pak Sibir. Sibir itulah nama sopir angkot itu.
Hidup di negara yang menjemuk ini dan penuh warna-warni kericuhan politik membuat Bangsa Indonesia semakin terpuruk dari segi ekonomi maupun hukum dan politik. Politik yang dirasa sangat memuakan membuat rakyatnya muntah. Tapi Pak Sibir tidak perduli yang terpenting adalah bagi Pak Sibir murahnya harga sembako dan Bahan Bakar Minyak. Karena kedua itu adalah jantung rakyat kecil.
Rabu, 30 Desember 2015
Rachel Danelson
![]() |
| Add caption |
Sabtu, 26 Desember 2015
TERORIS
Baru saja gema adzan isya berkumandang. Ditatapnya benda melingkar nadi tangan, waktu tepat pukul 19.00. Wajahnya resah penuh harap membuat jantungnya berdegup kencang. Berkali-kali handphon di liriknya, namun belum juga kiriman pesan singkat yang datang dari lelaki yang ditunggunya. Bertambah risaulah Salmah. Ada apa gerangan? Lelaki bernama Rudi, lelaki yang akan menghibahnya tak kunjung memberi kabar.
Selasa, 22 Desember 2015
Manusia Balung Besi part 2
Pagi itu sangat dingin karena cuaca tampak mendung. Matahari seharusnya bersinar saat itu, namun sudah menjelang siang sinarnya masih saja redup. ( Baca juga cerita sebelumnya .)
Senin, 21 Desember 2015
Manusia Balung Besi
Burung gagak itu terbang sambil mengoak di atas rumah penduduk Desa Pengasinan. Suaranya sangat keras dan lantang. Konon apabila terdengar suara burung gagak, petanda akan ada marabahaya. Kepercayaan itu masih dipercaya oleh sebagian orang.
Seorang pemuda duduk bersila di atas batu cadas sungai ceherang. Kedua tangannya dirangkapkan. Duduknya diam tak bergeming sedikitpun. Matanya terpejam rapat. Serasa tidur namun mata hati dan pendengarannya tidak tidur. Pemuda itu harus menyelesaikan semedinya sampai bulan purnama tiba sewindu lagi
Seorang pemuda duduk bersila di atas batu cadas sungai ceherang. Kedua tangannya dirangkapkan. Duduknya diam tak bergeming sedikitpun. Matanya terpejam rapat. Serasa tidur namun mata hati dan pendengarannya tidak tidur. Pemuda itu harus menyelesaikan semedinya sampai bulan purnama tiba sewindu lagi
Bang Somad
Dengan berbekal keyakinan Bang Somad menuju kali angke. Tujuannya adalah untuk memperdalam ilmu kanuragan yang di ajarkan oleh Ki Sambrun sebagai guru besarnya. Di perintahkan oleh sang guru, harus berendam di kali angke selama sehari semalam.
Sesampainya di tepi kali Angke, Bang Somad memandang jauh ke hulu kali itu. Airnya tampak tenang, bahkan bisa di bilang bersih dari limbah dan kotoran sampah, maklum kali Angke adalah kali yang berjuluk "Tidak mau banjir jangan buang sampah dimari"
Bang Somad membuka bajunya. Hanya celana nantung yang ia kenakan. Badannya terlihat kekar, wajahnya berwibawa tapi yang membuat Bang Somad seperti orang culun adalah; Kumisnya yang separuh tebal dan separuhnya tipis, maklum Bang Somad suka iseng kalau sedang ngelamun sambil nyabutin bulu kumis.
Minggu, 13 Desember 2015
Kisah Sedih Si Ucup Anak Betawi
Di pagi buta ketika ayam jantan baru saja berkokok sekali, dari dalam rumah semi permanen dengan tembok separuh, terdengar suara wanita dengan nada santar berteriak.
"Cupp!... bangun nyang solat subuh udah mau pulang tuh. Bangun Cup! solat subuh. Loe mah gak kaya babeh loe." kata emaknya Ucup. "Babeh loe tuh, sebelom orang pada bangun, dia udah bangun duluan tuk bangunin orang solat subuh!. Babeh loe tuh Cup tukang azan di mesjid."
Rabu, 08 Juli 2015
Amalan
Gema sholawat di kumandangkan untuk membangunkan insan yang lelap tertidur. Suara sangat indah membangkitkan Iman yang telah rapuh. Memang tidak semua orang yang tersentuh dengan syair-syair dan pujian terhadap Nabi akhir zaman yaitu Nabi besar Muhamad SAW. Walaupun berharap, gema syair itu dapat menyentuh hati bagi yang belum tersentuh hatinya dengan Nur Iman. Gema sholawat itu berkumandang menghiasi dinginnya subuh dan masih gelapnya malam.
Sabtu, 06 Juni 2015
Berharap Cinta
Bedug Magrib hampir tiba, namun tak seperti biasanya syadad tidak segera bergegas kemesjid. Terlihat enggan melangkah. Rasa malas menyelimuti hati yang gundah. Pikirannya terpatri pada seorang wanita berkerudung biru. Wanita itu bernama Siti Sholehah. Wanita yang selalu di tunggu lewat depan rumahnya. Namun kini wanita itu tak kelihatan.
"Em..kenapa dia tidak lewat." Batinnya berkata.
Bedug magrib pun terdengar petanda waktu magrib telah tiba. Syadad segera berjalan cepat menuju masjid tidak jauh dari rumahnya. Lamunannya masih penuh harap. Mungkin setelah ba'da magrib Ia akan coba memberanikan diri untuk kerumah Siti Sholeha walaupun dengan alasan yang akan di buat-buat. Itulah cinta harus butuh pengorbanan.
Jumat, 15 Mei 2015
Kamis, 07 Mei 2015
Curhat Seorang Teman
Bulan separuh cukup indah ku lihat. Warnanya kuning ke merah-merahan. Terkadang tampak redup akibat terpapas awan hitam menggulung kecil. Malam memang tidak secerah malam kemarin. Malam aku rasakan sangat sunyi mencekam. Hanya suara binatang malam mendendangkan nyanyian malam menambah suasana begitu membangunkan bulu roma. Pukul hampir 23.00 malam. Tak terasa aku memandang keindahan bulan terpesona sehingga larut malam tiba. Mataku sudah mulai mengantuk. Berat rasanya untuk terus menatap rembulan. Aku suka dengan keindahannya, namun mataku tak mau kompromi, aku pun beranjak tidur.
Rabu, 09 April 2014
Langganan:
Postingan (Atom)














