Tampilkan postingan dengan label cerpen horor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen horor. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2016

Prahara Gendoruwo dan Wewe Gombel (bag 2)

Tujuh Tahun Kemudian


Rindangnya pohon gempol diperapatan jalan itu membuat anak-anak senang bermain di bawahnya. Sudah tidak semistik tujuh tahun yang lalu. Hilangnya mitos ke angkeran pohon gempol itu lambat laun menghilang dikarenakan semakin berkembangnya penduduk didaerah itu.

Kamis, 07 Januari 2016

Prahara Genderuwo dan Wewe Gombel

Malam itu hembusan angin terasa dingin mencucuk. Hempasan lembut melambaikan dedaunan sehingga melantunkan simfoni kekresekan. Dua orang peronda dengan sebilah golok sebagai alat pengaman dan lampu senter sebagai penerang jalan di kegelapan dengan mata waspada mereka menyorotkan sinarnya.

Jumat, 15 Mei 2015

Misteri Rumah Gubug

Jelang malam aku bersama dua sahabatku berlari kecil untuk menghindar guyuran hujan. Berteduh di salah satu rumah warga. Rumah itu terbuat dari anyaman bambu. Sangat natural rumah terbuat dari anyaman bambu, walau kesan kumuh dan tertinggal, tapi aku rasa sangat indah untuk di rasakan.

Jumat, 04 April 2014

Kuntilanak Anak Dukun Beranak

Mak ijah adalah seorang dukun beranak yang terkenal di kampung babakan. Setiap wanita yang mau melahirkan selalu mak Ijah yang mengurusnya. Dari persalinan sampai merawatnya sampai sang pasien sembuh. Mak Ijah mempunyai anak perempuan bernama Sulastri. Mak Ijah sangat sayang pada anak perempuannya, sehari-hari Sulastri selalu di manjakan. Di usianya yang hampir dua puluh tahun, Sulastri belum mempunyai pendamping hidup. Di karenakan wajah Sulastri yang kurang menarik sehingga membuat lelaki segan untuk mendekatinya.

Malam itu Sulastri melamun di halaman rumah, duduk di bale yang sudah rapuk dan bolong-bolong, suasana rumah kampung sudah tidak aneh di depan rumah ada bale yang di khususkan untuk mengobrol.
Di dalam hati sulastri berkata.: "Kapan yah aku mendapatkan jodoh, padahal kawan-kawan seumuran ku sudah pada menikah hanya aku saja yang belum, uhuk uhuk uhuk" Keluh sulastri yang terus melamun kan nasibnya selamanya ini. Tidak sadar bahwa malam terus bergulir namun Sulastri masih saja duduk terpaku di depan rumahnya.

Rabu, 12 Maret 2014

Arwah Penasaran

Malam pertama  kematian Lenci membuat takut masyarakat yang masih percaya adanya Arwah yang penasaran akibat kematian yang tidak wajar dan tragis. Kematian seorang wanita yang gemar memakan uang Riba. Uang yang di hasilkan dari memeras bagi konsumennya, yang membutuhkan pinjaman uang darinya
Awal Cerita

Seperti biasa lenci siap-siap menjalankan apa yang jadi profesinya. Sebuah buku tagihan dan kalkulator, dengan wajah yang mengkilap bak seperti bulan tengah bulan bisa di bilang begitu.
Body nya gempal dengan sedikit buah dada yang menjulang, membuat mata yang memandangnya enggan untuk mengedip. Lenci memang cantik namun mempunyai sifat yang sedikit egois dan judes, membuat orang-orang segan berbicara padanya kecuali mau ada maksud tertentu, yaitu meminjam uang darinya.