Jumat, 15 Mei 2015

Misteri Rumah Gubug

Jelang malam aku bersama dua sahabatku berlari kecil untuk menghindar guyuran hujan. Berteduh di salah satu rumah warga. Rumah itu terbuat dari anyaman bambu. Sangat natural rumah terbuat dari anyaman bambu, walau kesan kumuh dan tertinggal, tapi aku rasa sangat indah untuk di rasakan.

Kamis, 07 Mei 2015

Curhat Seorang Teman

Bulan separuh cukup indah ku lihat. Warnanya kuning ke merah-merahan. Terkadang tampak redup akibat terpapas awan hitam menggulung kecil. Malam memang tidak secerah malam kemarin. Malam aku rasakan sangat sunyi mencekam. Hanya suara binatang malam mendendangkan nyanyian malam menambah suasana begitu membangunkan bulu roma. Pukul hampir 23.00 malam. Tak terasa aku memandang keindahan bulan terpesona sehingga larut malam tiba. Mataku sudah mulai mengantuk. Berat rasanya untuk terus menatap rembulan. Aku suka dengan keindahannya, namun mataku tak mau kompromi, aku pun beranjak tidur.

Rabu, 09 April 2014

MAUT

Aku adalah gadis yang manja. Ririn namaku. Sehari-hari ku selalu bergelut dengan buku. Banyak buku-buku novel kesukaan ku. Lemari buku yang penuh sesak dengan koleksi buku-buku ku. Ya itu lah aku sang kutu buku.

Senin, 07 April 2014

Udin Menerangkan Fikih Jihad

Pagi pun menyambut dengan cepatnya. Matahari mulai menunjukan wajahnya Adul pun seperti biasa selepas sholat subuh menuju ruang keluarga, dan mulai mengutak-atik remot tv nya. Acara yang Adul suka Program ceramah di salah atu staiu tv yang Ustadz nya mempunyai khas Jema'ah....Namun Adul terjebak di acara berita terkini alias berita pagi. "Berita apa yah hari ini yang terbaru" Kata Adul smbil bangun untuk membuat kopi dulu. Dengan kesukaan nya yang sering meminum kopi gak ada jadwalnya. Di lihatnya berita dengan khusyu nya. Namun Adul menggerutu dalam hati "Paling berita perang" celetuk Adul dalam hatinya. Benar juga berita yang mengenai peperangan di timur tengah di Suryiah, Palestina, pembantaian Umat Muslim di Rohingya, dan perang agama di Afrika, semua di sajikan dengan gamblangnya. Adul merasa miris di dalam hatinya, seraya berdoa "Ya Allah jagalah agamamu, berikan kekuatan kepada kaum Muslim yang di landa peperangan" Doa Adul di dalam hatinya sambil menghirup kopi yang punya rasa kapal api. "Orang Islam ko demen banget perang yah?" Besit Adul.

Jumat, 04 April 2014

Kuntilanak Anak Dukun Beranak

Mak ijah adalah seorang dukun beranak yang terkenal di kampung babakan. Setiap wanita yang mau melahirkan selalu mak Ijah yang mengurusnya. Dari persalinan sampai merawatnya sampai sang pasien sembuh. Mak Ijah mempunyai anak perempuan bernama Sulastri. Mak Ijah sangat sayang pada anak perempuannya, sehari-hari Sulastri selalu di manjakan. Di usianya yang hampir dua puluh tahun, Sulastri belum mempunyai pendamping hidup. Di karenakan wajah Sulastri yang kurang menarik sehingga membuat lelaki segan untuk mendekatinya.

Malam itu Sulastri melamun di halaman rumah, duduk di bale yang sudah rapuk dan bolong-bolong, suasana rumah kampung sudah tidak aneh di depan rumah ada bale yang di khususkan untuk mengobrol.
Di dalam hati sulastri berkata.: "Kapan yah aku mendapatkan jodoh, padahal kawan-kawan seumuran ku sudah pada menikah hanya aku saja yang belum, uhuk uhuk uhuk" Keluh sulastri yang terus melamun kan nasibnya selamanya ini. Tidak sadar bahwa malam terus bergulir namun Sulastri masih saja duduk terpaku di depan rumahnya.

Jumat, 28 Maret 2014

Kekuatan Seorang Wanita

Putri anak yang manja ke pada ayahnya. Ditinggal ibunda tercinta semasa usianya yang ke tiga tahun. Kini Putri sudah beranjak remaja. Dengan kenakalannya sebagai seorang remaja di usianya yang ke 13 tahun. Keingin tahuannya tentang sesuatu sangatlah tinggi.

Di pagi yang cerah dengan di iringi suara ayan jantan berkokok, Putri seperti biasa menyiapkan sarapan pagi untuk sang ayah yang telah lama hidup menduda. Putri adalah satu-satunya anak pak Herman dari istrinya bernama lusi, dalam perkawainannya dengan lusi harus berakhir tragis. Herman di tinggal istrinya menghadap yang maha kuasa pada saat Putri berusia tiga tahun dalam kecelakaan motor yang di di kendarainya. Dalam peristiwa itu Herman dan Anaknya Putri selamat, namun istrinya Lusi tewas di tempat. Mengenang peristiwa itu membuat Herman sedih, penyesalannya seakan-akan tidak bertepi. Cintanya kepada Lusi tidak terlupakan, sehingga membuat Herman malas untuk menikah lagi dan mencarikan ibu baru buat Putri.

Di pagi itu Herman duduk di samping Putri, "Sudah Put, ayah akan berangkat kerja, kamu sekolah jam berapa?" Tanya Herman kepada Putri.

"Sebentar lagi yah,"

"Sudah sarapan?"

"Sudah ayah, Ayah sudah minum kopinya" Tawar Putri kepada ayahnya sambil mempersiapkan peralatan sekolahnya.

"Put, kamu jangan nakal yah di sekolah, yang rajin nak dalam menuntut ilmu", Ujar Herman sambil memakai sepatu kerja.

Di sela-sela dalam pempersiapkan peralatan sekolah Putri bertanya kepada ayahnya :
"Yah kapan Putri punya ibu lagi?" Tanya putri kepada ayahnya Herman dan membuat Herman terenyuh hatinya mendengar pertanyaan Putri, karena di pikir selama ini Herman masih belum bisa melupakan cinta nya pada Lusi, ibunda Putri.

"Iya nak, tapi ayah belum ketemu wanita yang bisa menjadi ibu kamu." Jawab herman.

"Ayah menginginkan seorang istri yang selalu menyayangi kamu, dan bisa menjadi ibu yang baik hati dan bisa menerima ayah apa adanya," Lanjut Herman. Dan herman pun memeluk Putri lalu merangkulnya, membuat suasana haru, termasuk Putri merasakan suasana yang begitu haru, namun Putri tidak mau membuat ayahnya menjadi sedih, di ciumnya pipi ayah nya.

"Ayah, Putri mau tanya tentang wanita ?" Ucap Putri sambil tidur di kaki ayahnya.

"Maksudnya,". Herman membelai rambut Putri yang mulai memanjang. Teringat wajah sang istri, karna memang wajah Putri mirip dengan ibundanya Lusi.

"Iyah ayah aku tanya, kenapa seorang wanita sangat mudah untuk menangis" Tanya Putri

"Pertanyaan kamu dewasa sekali nak.!" Ujar Herman

"Baik lah, Ayah akan jawab pertanyaan Putri," Lanjut Herman sambil meneguk kopi yang di sediakan Putri

"Karena Allah menciptakan bahu yang begitu kuat kepada wanita untuk menopang dunia. Dari melahirkan kamu sampai membesarkan kamu nak!" ujar Herman. "Namun harus cukup lembut dan memberikan kenyamanan" terang Herman dengan kasih sayang dan membuat air matanya berkaca-kaca.

"Maksudnya menopang dunia apa ayah?" Tanya Putri kembali.

"Iya karena wanita sangat penting dalam peranannya di dunia ini, seperti melahirkan kamu, dalam perjuangannya melahirkan anak sangat lah susah antara hidup dan mati." Herman menerangkan.

"Dan menerima penolakan kepada yang datang dari anak-anaknya. Apabila seorang ibu tidak di sukai anak-anaknya. Allah memberikan kekuatan untuk membuatnya tegar di saat yang lainnya lemah, namun ia mengasuh anaknya dengan penuh penderitaan dan kelelahan tampa mengeluh" Lanjut Herman dalam menerangkan apa yang di tanyakan oleh anaknya Putri.




"Se-istimewah itu kah ayah?!" Tanya Putri kembali dengan wajah ke ingin tahuan.

Sambil membangunkan Putri dari pahanya Herman pun menjawab;
"Bukan hanya itu, Allah juga memberikan ke peka'an untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan dan situasi sesulit apapun. Bahkan ketika anak-anaknya menyakiti hatinya." Jawab Herman dengan santai, walaupun hatinya menangis teringat sang istri yang di cintai. Yang menghasilkan seorang anak bernama Putri.

Tidak sengaja Putri memandang wajah ayahnya sembab dan melihat air matanya berlinang berkaca-kaca. Melihat itu, Putri segera mengusap dengan ibu jari tangannya

"Ayah nangis yah?" tanya Putri dngan penuh penyesalan.

"Iya nak, ayah hanya sedih saja ternyata kamu sudah punya pikiran dewasa, walaupun usia kamu baru beranjak remaja!"

"Maaf kan Putri ayah" ucap putri sambil menghapus air mata yang tertetes di pipi ayahnya.

"Yah sudah, segera berangkat ke sekolah, sudah siang tuh, ayah juga mau berangkat kerja" pungkas Herman sambil membangunkan Putri dari pangkuannya.

"Iya ayah! Ayah juga hati-hati di perjalanan kerja" Ujar Putri

Mereka pun segera bergegas untuk kesibukanya masing-masing. Sambil membawa cerita di pagi hari yang penuh haru dan dramatis



Blog Ku Yang Kisah2 Agama

Kalau kalian suka dengan cerpenku ini mohon di share yah